Minggu, 22 Mei 2011

RPP BAHASA INDONESIA KELAS 9 GANJIL (MEMBACA INTENSIF _ BERWAWASAN LINGKUNGAN)


RENCANA  PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA
KELAS IX
SEMESTER  GANJIL

STANDAR KOMPETENSI

3.      Memahami ragam wacana tulis dengan membaca intensif dan membaca memindai.
4.      Mengungkapkan pikiran, perasaan dan informasi dalam bentuk komentar dan laporan.

KOMPETENSI DASAR
2.2          Membaca sekilas
Melaporkan secara lisan berbagai peristiwa dengan menggunakan kalimat yang jelas

INDIKATOR
    1. Mampu membaca sekilas pemncemaran lingkungan.
    2. Mampu menyampaikan ringkasan pesan/informasi secara lisan
    3. Mampu menggunakan preposisi dari, daripada, dan yang pada klausa relatif
ALOKASI WAKTU
                        4 X 45’
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah membaca berita tentang pencemaran lingkungan siswa dapat :
1.      Menuliskan inti bacaan.
2.      Menyampaikan ringkasan pesan/informasi secara lisan dengan bahasanya sendiri.
3.      Menyampaikan nilai-nilai moral yang terkandung dalam bacaan.
    1. Menggunakan preposisi dari, daripada, dan yang pada klausa relatif
  1. MATERI PEMBELAJARAN
    1. Membaca sekillas tentang pencemaran lingkungan.
Menyebutkan garis besar informasi
Menyampaikan informasi kepada orang lain.

    1. Menyampaikan ringkasan  pesan / informasi secara lisan
Menyampaikan ringkasan informasi secara lisan
3. Menggunakan preposisi dari, daripada, dan yang pada klausa relatif dalam kalimat
  1. METODE PEMBELAJARAN
    1. Pemberian tugas
    2. Diskusi kelompok
    3. Inquiri

  1. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

PERTEMUAN PERTAMA

KEGIATAN AWAL

    1. Siswa dibangkitkan skematanya tentang cara mencari informasi dari buku atau koran dengan cara membaca sekilas.
    2. Siswa diberi tahu tujuan pembelajaran, yaitu mencari informasi secara cepat dengan cara membaca sekilas.
KEGIATAN INTI
1.      Siswa diberi tugas untuk membaca teks berita tentang pencemaran lingkungan.

Limbah Rumah Pemotongan Hewan Tulungagung Cemari Lingkungan

Sabtu, 25 Sept 2010 16:07:38| Sospol
Tulungagung - Limbah kotoran sapi bercampur darah di kompleks Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Ngunut, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, dituding telah mencemari lingkungan sekitar.
Pengakuan sejumlah warga, Sabtu, pencemaran udara telah terjadi sejak setahun belakangan. Dampak bau busuk dari limbah kotoran bercampur darah hewan yang dipotong tersebut semakin menyengat tiap kali turun hujan.
"Bau busuknya bisa menyebar hingga radius 500 meter," kata Banda, tokoh pemuda setempat.
Kondisi itu, lanjutnya, diperparah oleh sistem saluran air di sekitar RPH Ngunut yang tidak berfungsi normal. Buruknya pengelolaan limbah di pusat pemotongan hewan ini diduga telah memicu terjadinya penyumbatan di saluran pembuangan air menuju selokan terdekat. Akibatnya, kompleks RPH yang seharusnya dijaga kebersihannya justru lebih mirip tempat pembuangan bangkai.Hal itu tak lepas dari menumpuknya belasan kubik kotoran yang masih terbungkus kantong lambung serta usus sapi di sisi bangunan RPH.
"Sudah dua tahun limbah itu dibiarkan menumpuk tidak terurus. Kami sudah mengingatkan pimpinan maupun melapor ke kepala dinas peternakan (Tulungagung), namun sejauh ini belum ada tanggapan," kata seorang pegawai RPH.
Pantauan ANTARA, RPH Ngunut memang tidak memiliki fasilitas pengolahan maupun penampungan limbah yang layak/memadai. Seluruh kotoran yang masih utuh terbungkus dalam kantong lambung maupun usus hewan sapi/kerbau/kambing yang dipotong hanya dibuang di samping bangunan RPH hingga menumpuk setinggi 0,5 meter.
Untuk mengurangi dampak bau, pengelola RPH hanya menaburi tumpukan kotoran bercampur darah hewan yang dipotong itu menggunakan merang atau kulit padi serta serbuk kapur dari gamping. Mungkin karena menumpuk terlalu lama dan tidak dilengkapi tangkis atau penampungan khusus, sebagian limbah hewan yang membusuk itu sebagian meluber ke pekarangan sekitarnya.
"Kami khawatir jika kondisi ini terus dibiarkan akan menyebabkan wabah penyakit serta lingkungan semakin tidak nyaman," kata warga lain.
Dikonfirmasi mengenai pencemaran limbah RPH Ngunut ini, Kepala Dinas Peternakan Tulungagung, Subarjo berjanji untuk secepatnya menindaklanjuti laporan warga tersebut.
"Iya, masalah ini akan segera kami tangani," katanya saat dikonfirmasi melalui telepon seluler.

2.      Siswa berdiskusi untuk menemukan inti informasi berita tersebut.
Untuk membantu mencari inti informasi, siswa dipandu dengan beberapa pertanyaan.
·         Apakah yang dibicarakan?
·         Dimana peristiwa itu terjadi?
·         Siapakah pelaku peristiwa tersebut?
·         Permasalahan apakah yang dibicarakan?
·         Apakah solusi/jalan keluar dari permasalahan tersebut?
3.      Jawaban pertanyaan tersebut digunakan sebagai bahan untuk menceritakan isi bacaan.
4.      Setiap kelompok membacakan isi bacaan di depan kelas secara lisan di depan kelas.
5.      Siswa bertanya jawab tentang nilai-nilai moral dari berita tentang lingkungan hidup yang baru dibacanya.
·         Hal-hal apakah yang menjadi permasalahan dalam pencemaran tersebut?
·         Seadainya anda menjadi tetangga yang menerima akibat pencemaran, apakah yang anda lakukan?
·         Seandainya anda pemilik rumah pemotongan hewan, apakah yang anda lakukan?
·         Sendainya anda menjadi pejabat yang berwenang dalam menangani kasus tersebut, apakah yang akan  anda lakukan?
·         Nasehat apakah yang anda berikan terhadap teman-temanmu setelah mengetahui kausus tersebut?
6.      Siswa  diberi tugas untuk membuat 5 kalimat dengan preposisi dari, daripada, yang  yang berkaitan dengan bacaan tersebut!
·         Lebih baik mencegah pencemaran daripada ditegur orang.
·         Limbah yang menimbulkan pencemaran harus segera di atasi.
·         Dari tempat pemotongan hewan, perlu dibuatkan tempat khusus pembuangan limbah.
·         Jangan hanya berdebat, masalah limbah harus dipikirkan dari sekarang.
·         Pikirkan juga tetangga yang ikut merasakan akibat pencemaran itu.
KEGIATAN AKHIR
7.      Siswa disuruh menilai penampilan temannya ketika menyampaikan ringkasan teks secara lisan.
8.      Siswa mengadakan refleksi dengan cara menceritakan manfaat pembelajaran membaca sekilas tentang pencemaran lingkungan.
  1. SUMBER BELAJAR
    1. Buku Belajar Berbahasa Belajar Berkomunikasi (Buku Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs. ) Oleh Barokah Santoso dkk. (hal. 29 - 37)
    2. http://www.antarajatim.com/lihat/berita/43883/limbah-rumah-pemotongan-hewan-tulungagung-cemari-lingkungan


  1. PENILAIAN

TEKNIK

Tes lisan dan tulisdilaksanakan bersamaan dengan pembelajaran.
BENTUK INSTRUMEN
Jawaban singkat
Rubrik pengamatan
Tugas tulis
 INSTRUMEN
1.      Bagaimanakah cara mencari isi teks dengan cara meringkas?
2.      Hal -hal apakah yang perlu diperhatikan dalam menyampaikan ringkasan secara lisan?
3.      Berikan penilaian terhadap presentasi kelompok  teman-temanmu melalui rubrik berikut ini!

RUBRIK PENIALAIN MENYAMPAIAKN RINGKASAN SECARA LISAN

NAMA KELOMPOK:  ______________________

NO
ASPEK
KRITERIA
SKOR
NILAI
1
Kejelasan informasi
Bahasa yang digunakan jelas, mudah dipahami
1-3

2
Kesesuaian informasi
Sesuai dengan isi bacaan
1-3

3
Penampilan
Santai, menarik untuk diperhatikan.
1-3


JUMLAH



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar